2,5 Tahun Bertumbuh Bersama Sanggar Cantrik

Lukas Nopembrian adalah pribadi yang ramah dan rendah hati. Pria yang akrab disapa Nonop ini pernah melayani di Sanggar Cantrik selama 2,5 tahun. Mari simak pengalamannya.

mas nop

Nonop saat menjalankan tugas “bermain”nya di Kalimantan

Selama 2,5 tahun menjadi fasilitator Sanggar Cantrik Yayasan Sahabat Gloria di Kalimantan sungguh menyenangkan dan penuh dengan petualangan “bermain” yang benar-benar menumbuhkan saya. Datang ke Kalimantan mengingatkan saya pada masa dulu sekolah dasar. Ke Kalimantan itu “ZZZzzzzaaaaaaappppppp” membuat saya merasa menembus waktu kembali ke masa masih anak-anak. Pembangunan dan budaya yang ada di tempat saya ditugaskan di Kalimantan ini hampir sama dengan waktu saya masih SD. Pembangunan di Kapuas misalnya, di kota ini masih belum memiliki mall dan pusat perekonomian adalah pasar yang terletak di tengah kota Kapuas, sama waktu dulu saya masih kecil yang masih selalu diajak ke pasar Beringharjo yang kemudian saya berpikir bahwa jual-beli itu ya terjadinya di pasar dan mall saya belum tahu apa Malioboro Mall dan kata mall sama sekali belum saya kenal. Namun tanpa mall, kota ini sangat nyaman dan ramah bagi saya. Budaya guru yang mengajar masih ada yang mencatat di depan kelas yang disalin dari buku paket pelajaran dari DEPDIKNAS, sama seperti saya saat SD masih merasakan mencatat dari buku paket dan disalin di buku tulis. Bahkan di Kalimantan masih banyak guru yang mengajar dengan rotan untuk menghukum murid-muridnya, sempat ngeri juga.

Menjadi fasilitator sanggar Cantrik Yayasan Sahabat Gloria benar-benar membuat saya merasakan bertumbuh seutuhnya dalam komunitas belajar yang menyenangkan. Ini saya rasakan dari pendekatan yang dilakukan oleh sanggar Cantrik. Dari 3 lokasi dampingan yang ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan Sanggar Cantrik benar-benar mencoba menumbuhkan komunitas belajar yang sesuai dengan ketiga lokasi tersebut, bahkan dalam pendampingannya, Sanggar Cantrik tidak hanya asal mencopy paste program yag telah dilakukan di Jawa. Sanggar Cantrik mengawali dengan mengenali kebiasaan dan budaya  yang anak-anak lakukan dan lingkungan di sekitarnya. Hal ini yang membuat saya sebagai fasilitator juga menjadi belajar dalam proses yang dilakukan oleh Sanggar Cantrik. Tidak hanya anak, semua orang yang terlibat dalam Sanggar Cantrik adalah pribadi yang juga belajar, termasuk saya.

001

Siswi-siswi SDN Haratai 3

Ada pengalaman mengharukan dan ada pengalaman yang menyenangkan ketika menjadi fasilitator sanggar Cantrik Kalimantan. Untuk yang mengharukan adalah saat saya ditempatkan di kecamatan Loksado Kalimantan Selatan. Di sekolah yang saya dampingi di SDN Haratai 3, anak-anak di SD ini tidak merasakan pelajaran menggambar. Kata guru yang ada di sekolah tersebut menggambar itu tidak mengajarkan apa-apa ke anak-anak. Kemudian kegiatan sanggar di SD ini adalah menggambar. Anak-anak sangat senang saat melihat pensil warna dan kertas hvs kosong yang siap mereka gambar.

Pengalaman yang menyenangkan adalah saat saya selalu disapa oleh anak-anak saat jalan-jalan keliling kota Kapuas. Kalau istilah sombongnya serasa jadi artisnya anak-anak di kota Kapuas, namun diluar itu saya merasa menjadi teman yang baik untuk anak-anak itu tidak akan pernah mereka lupakan dan akan selalu ditunggu oleh mereka untuk bisa bermain dan belajar bersama.

Saat berada di dusun Bawek, kecamatan Mempawah Hulu, Kalimantan Barat. Kegiatan yang dilakukan di rumah kontrakan yang sekaligus mess fasilitator sanggar anak-anak selalu datang 1 jam lebih cepat dari kegiatan yang dijadwalkan, bagi saya itu merupakan semangat anak-anak untuk mau berkegiatan dan belajar bersama sanggar Cantrik. Anak-anak disini masih belum menyadari bahwa mereka bisa banyak belajar dari permainan yang mereka lakukan. Saat kami mengajak mereka bermain anak-anak kemudian menanyakan “kak, kapan kami belajar?” Bagi anak-anak di Kalimantan belajar adalah menulis, membaca buku dan harus dilakukan di dalam kelas. Namun berbeda di Sanggar Cantrik dengan metode ABCDE yang mengajak anak-anak untuk aktif berpartisipasi dengan kegiatan dan menyadari apa yang sedang mereka pelajari. Apa itu ABCDE silahkan tanya ke admin sanggar Cantrik, hehehe.

Dan yang paling menyenangkan adalah ini….”criiinnngg…criiiiiinggg criiiiiiiingg”

823452_10200751516620185_1475129720_o

Foto hadiah ulang tahun dari Sanggar Cantrik Kapuas

Bagi saya foto diatas adalah hadiah yang menyenangkan selama saya menjadi fasilitator sanggar Cantrik, Foto diatas adalah hasil karya anak-anak dengan fasilitator Eta dan Alen yang bertugas di Kapuas.

Bagi saya menjadi fasilitator sanggar Cantrik seperti membuka buku dongeng petualangan karakter Percaya diri, Kasih sayang,Kejujuran, Kreativitas, Kerjasama, Tanggung Jawab dalam diri anak-anak yang saya dampingi. Terima kasih sanggar Cantrik atas proses menumbuhkan komunitas belajar yang menyenangkan dan bertumbuh seutuhnya.