Jalan-Jalan Oktober Perpustakaan Keliling

Anak-anak Sanggar Cantrik sedang asyik membaca

Sanggar Cantrik memiliki Perpustakaan Keliling (Perpusling) yang beroperasi sejak Maret 2013. Menurut pemaparan Daniel Prasetyo (Daniel) selaku penanggungjawab perpusling, bulan Oktober ini perpusling sudah mengunjungi 9 sanggar diantaranya sanggar Semangat (2 Oktober); Padangan dan Petir (5 Oktober); Kalinongko dan Sidomulyo 2 (12 Oktober); Turen, Pranti 1, danTemon (19 Oktober); dan Pranti 2 (26 Oktober). Perpusling Cantrik menargetkan bisa melakukan 8-10 kunjungan ke sanggar yang berbeda dalam 1 bulan. Setiap sanggar bisa dikunjungi setiap 1 kali dalam 2 bulan. “Kalau dalam sehari sampai ada lebih dari 1 sanggar yang dilayani, kami bekerjasama dengan pihak lain seperti Perpusling Galangpress, meskipun tidak menutup kemungkinan Perpusling Galangpress juga bisa dijadwalkan sendiri”, ujar Daniel penuh semangat.

Konten kegiatan perpusling dipersiapkan oleh fasilitator sanggar bersangkutan. Mereka akan menerima TOR (Term Of Refference) perpusling dan alternatif kegiatan yang bisa dipraktikkan saat sanggar mendapat kunjungan perpusling. TOR ini memuat tentang pembagian peran antara tim perpusling (persiapan perlengkapan) dan fasilitator (persiapan acara), pola kegiatan Sanggar Cantrik ‘ABCDE’, serta nilai karakter yang dipelajari. Setelah itu fasiliatator mempersiapkan dan menyampaikan konsep acara serta mensharingkan kondisi sanggar kepada tim perpusling supaya kegiatan sanggar dapat berjalan dengan baik.

Beberapa hal menarik yang terjadi selama kunjungan di bulan ini diantaranya sesi mendongeng dengan panggung boneka yang dilakukan di Sanggar SD BOPKRI Pranti 2 dihadapan 31 anak (gabungan kelas besar dan kecil). Mereka sangat antusias karena mendongeng dengan panggung boneka merupakan hal yang jarang mereka dapatkan. Apalagi yang mendongeng adalah kakak fasilitator mereka. Setelah mendengarkan dongeng, mereka diajak untuk memilih dan membaca buku selama kurang lebih 30 menit kemudian saling menceritakan isi buku kepada teman-temannya.

Lain lagi di sanggar SD BOPKRI Turen dengan jumlah anak hanya 6, mereka diajak membaca buku selama kurang lebih 30 menit tetapi karena sangat menikmati membaca, mereka secara spontan meminta tambahan waktu menjadi 1 jam. 1 anak rata-rata bisa membaca 3 buku sampai 6 buku. Setelah itu mereka tampil untuk menyebutkan berapa buku yang dibaca, judul buku, serta belajar untuk menceritakan kembali secara singkat isi buku kepada teman-temannya. Sanggar SD BOPKRI Pranti 1 juga tidak kalah seru. Kak Icha, Koordinator Litbang Sanggar Cantrik yang sedang berkunjung ke sanggar mendongeng tentang komik pengetahuan dengan intonasi suara yang berbeda-beda tergantung karakter tokoh yang dibawakan.

Sanggar SD N Petir 3 adalah sanggar yang memiliki jarak tempuh sekitar 2 jam dari Kantor Sanggar Cantrik yaitu di daerah Rongkop Gunungkidul. Sanggar di SDN Petir 3 yang dimulai pukul 2 siang tidak mengurangi antusias anak-anak untuk untuk membaca buku yang dibawa perpusling. Mereka sangat senang bisa memilih dan membaca banyak buku dengan gambar-gambar yang menarik. Bagi mereka, buku merupakan sesuatu yang istimewa karena perpustakaan sekolah mereka belum memiliki banyak buku.

Setelah kegiatan perpusling selesai, biasanya fasilitator dan tim perpusling melakukan evaluasi bersama mengenai respon anak, minat baca anak, dan hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan perpusling selanjutnya. Selama 2 bulan ini, ada beberapa anak yang mengeluhkan jumlah buku yang berkurang dibandingkan sebelumnya. Hal ini memang sengaja dilakukan sebagai salah satu strategi dari perpusling yaitu “Terbatas tetapi Ekslusif” sehingga anak bisa lebih fokus memilih dan membaca buku serta memiliki waktu yang cukup untuk mendiskusikan buku dengan temannya. Meskipun jumlah buku yang disediakan sengaja dibatasi, tetapi persentase jumlah buku yang dibawa tetap menyesuaikan dengan persentase jumlah anak yang dilayani. “Kalau dulu untuk memilih buku menghabiskan waktu 10-15 menit, saat ini anak bisa lebih fokus memilih buku dengan waktu kurang dari itu”, imbuh Daniel mantap.

Perpusling Cantrik bukan sekedar kegiatan tambahan saja tetapi menjadi bagian penting dari kegiatan sanggar itu sendiri untukmembuat anak menikmati buku dan mendapatkan manfaat dari buku. Peluang untuk  meningkatkan minat baca (justru mulai dari) anak-anak sangat terbuka lebar dan perlu untuk dilayani secara berkala dan berkualitas. Selamat membaca!