Lebih Dekat Dengan …

Di balik anak yang hebat selalu ada fasilitator yang hebat. Setelah beberapa waktu yang lalu kita berkenalan dengan Rina, Dani, dan Arya, sekarang kita akan berkenalan lebih dekat lagi dengan 2 fasilitator Sanggar Cantrik. Kali ini ada Frans Dolly dan Lia.

Frans Dolly Mahendra
Dok. Pribadi

Pertama – tama, kita kenalan dengan Frans Dolly ya. Pria yang memiliki nama lengkap Frans Dolly Mahendra ini akrab disapa dengan Frans atau Dolly. Selain menjadi fasilitator Sanggar Cantrik, mas Frans juga bekerja sebagai Teacher Librarian SD Tumbuh 1 Yogyakarta. Sosok yang mengajar di Sanggar SD Kristen Widodo Plampang dan Sanggar SD Bopkri Gunung Ijo, Kulon Progo ini bergabung di Sanggar Cantrik sejak tahun 2007. Selain di Plampang dan Gunung Ijo, Mas Frans juga pernah menjadi fasilitator di Sanggar Palihan. Pengalaman dan kecintaannya kepada anak-anak ditunjukkan dengan kesungguhannya dalam mempersiapkan kegiatan sanggar. Banyak pengalaman menarik yang dilaluinya bersama anak-anak.

“Tapi yang membuat paling berkesan ketika saya sedang bercerita dengan menggunakan alat peraga, kebetulan alat peraga itu adalah sebuah topeng yang menyeramkan, jadi anak – anak pada ketakutan saat aku bercerita, namun mereka jadi penasaran dan menikmati cerita itu sampai akhir, hehehe…”Ungkap pria yang berdomisili di Bantul ini.

Tidak hanya dengan anak-anak, Mas Frans juga memiliki pengalaman yang menarik selama menjadi fasilitator. Salah satunya pengalaman workshop fasilitator bulan Agustus dengan tema Berbagi Kehebatan.

“Karena kita bisa mengekspresikan semua ide dan kreatifitas kita, dan menambah perbendaharaan kreativitas dalam mengajar. Bagi Mas Frans, anak-anak mempunyai keunikan masing – masing,dan kita sebagai fasilitator bertanggung jawab atas keunikan mereka”.

Pesan untuk anak – anak, “Kembangkan lagi daya imajinasimu dengan karya-karyamu dan hargailah teman-temanmu seperti engkau menghargai dirimu sendiri, warnailah hidupmu dengan keanekaragaman perbedaan di antara teman – temanmu.”

Dessy Mariana Amelia
Dok. Pribadi

Fasilitator berikutnya memiliki nama lengkap Dessy Mariana Amelia, akrab disapa Lia. Lia bergabung dengan Sanggar Cantrik sejak Agustus tahun 2008. Saat ini, Lia menjadi fasilitator untuk sanggar Watusigar, Semin, Kaliwinongo, Sanggar SD BOPKRI Minggir, Sanggar komunitas Minggir, dan sanggar Kalasan. Lia juga memiliki pengalaman yang menarik dengan anak – anak, di mana dengan semua anak, bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman melalui aktivitas yang dilaksanakan di sanggar.

Salah satu pengalaman yang menarik yang Lia rasakan selama menjadi fasilitator adalah  ketika bisa bertemu kembali dengan anak – anak yang sudah lulus.

“Apalagi kalau mereka masih ingat kita (fasilitator – red), ingat kegiatan saat sanggar dulu, dan bisa saling nostalgia pengalaman saat sanggar dulu,” kata Lia. “Tambah senang juga kalau ternyata mereka juga bilang terima kasih sudah membantu mereka belajar banyak hal selama sanggar. Apalagi kalau mereka juga bilang kangen berkegiatan sanggar lagi,” tambahnya

Selain itu pengalaman lain ,yang dirasakannya setelah 5 tahun menjadi fasilitator adalah pengalamannya merintis sanggar.

“Pengalaman yang menarik dengan manajemen itu pada saat perintisan sanggar. Kami fasilitator dengan manajemen berinteraksi dengan sekolah, warga, dan orang tua / wali murid.” jawabnya.

Saat itu, Lia dan teman – teman fasilitator sama – sama belajar tentang lingkungan baru dan saling mendukung untuk mengembangkan sanggar. Lia merasa senang bisa bergabung menjadi fasilitator Sanggar Cantrik. Ia mengaku bisa mengenal banyak teman baru dari berbagai latar belakang, divisi ilmu, dan karakter. Bersama dengan teman-teman fasilitator inilah Lia sering berdiskusi dan bertukar pikiran dalam melaksanakan kegiatan sanggar.

Lia berharap agar anak – anak berani mencoba  hal baru yang bermanfaat, tidak perlu takut gagal, yang penting mau untuk mencoba, mencoba,dan terus mencoba sampai bisa. Lia juga berharap komunikasi dengan manajemen dapat semakin terbangun dengan saling mendengarkan dan menghargai. Supaya dapat mengajak lebih banyak anak Indonesia menjadi pribadi yang memiliki karakter positif.