Profil Sanggar SD BOPKRI Sidomulyo 1

 

Kali ini kita akan mengenal lebih dekat salah satu sanggar di kawasan Yogyakarta yakni Sanggar SD BOPKRI Sidomulyo 1. Sanggar yang dikenal dengan Sanggar SDM 1 ini beralamat di Gancahan V Sidomulyo Godean Sleman. Seperti sanggar-sanggar lainnya, sanggar SDM 1 ini sudah beberapa kali mengalami pergantian fasilitator sebagai bentuk regenerasi. Untuk periode saat ini sanggar dikoordinir oleh Rikawati Tarigan (Rika) dan diampu oleh 7 fasilitator lainnya. Jumlah fasilitator di Sanggar SDM 1 ini memang cukup banyak karena di setiap kelas terdapat lebih dari 10 anak dan setiap fasilitator bertanggungjawab terhadap 1 kelas, diantaranya kelas 1 (20 anak) diampu oleh Seni, kelas 2 (14 anak) diampu oleh Diana, kelas 3 (19 anak) diampu oleh Cindi dan Egi, kelas 4 (17 anak) diampu oleh Rika, kelas 5 (12 anak) diampu oleh Natan, kelas 6 (21 anak) diampu oleh Anot.

Menurut pengakuan Rika, hal yang menarik dari anak-anak sanggar SDM 1 adalah mereka cukup kreatif, penuh persahabatan, serta memiliki kerjasama yang baik dengan teman-temannya. Anak-anak juga selalu tidak sabar menanti datangnya sanggar karena setiap pertemuan selalu menawarkan pengalaman dan petualangan baru.

Sanggar yang rutin diadakan setiap Sabtu mulai dari jam 9.20 pagi sampai jam 11 pagi ini pernah mengadakan kegiatan indoor yang cukup sukses yaitu SDM 1 Mencari Bakat, dimana setiap kelas mempersiapkan performance terbaik dan diperlombakan dengan kelas lainnya. Beberapa contoh performance yang mereka tampilkan adalah gerak lagu, menari, bermain drama, kesenian jathilan, dan sebagainya. Melalui kegiatan ini, anak memahami bahwa setiap dari mereka memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan. SDM 1 Mencari Bakat ini juga dapat mengembangkan kepercayaan diri mereka.

Kegiatan outdoor yang tidak kalah seru yang pernah dilakukan adalah berjalan-jalan di sekitar lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini mereka diajak untuk mengamati lingkungan sekitar, salah satunya adalah dengan menuliskan semua tulisan dan petunjuk yang mereka temui di sepanjang rute yang mereka tempuh. Hal-hal kecil yang jarang mereka perhatikan, akhirnya mereka perhatikan juga dan ternyata mereka mendapatkan begitu banyak hal yang bisa dituliskan, mulai dari nama usaha, papan petunjuk, rambu lalu lintas, tulisan iklan, nama jalan, dan lain sebagainya. Mereka belajar mengenai pentingnya tulisan untuk menerima atau menyampaikan informasi. Pada kesempatan yang bagus itu pula mereka juga bermain peran sebagai Polisi Kebersihan yang bertugas memungut setiap sampah yang ada di sepanjang jalan. Ternyata banyak juga sampah yang mereka temui, ada sampah plastik, kertas, dan atau botol-botol. Hmmm… budaya membuang sampah pada tempatnya ternyata belum terlaksana dengan baik ya. Melalui kegiatan ini mereka belajar bahwa sampah yang berceceran sangat mengganggu keindahan lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya adalah kegiatan yang sebenarnya paling mudah dilakukan, tidak membutuhkan keahlian tertentu, hanya diperlukan kesadaran dan kebiasaan. Anak-anak SDM 1 belajar untuk melakukan hal itu sebagai sebuah kebiasaan, hal kecil mulai dari diri sendiri sebagai bentuk tanggungjawab dan kasih terhadap lingkungan.

SD SDM 1 dengan kepala sekolah Ibu Yohana Siyam, S.pd memberikan dukungan penuh bagi pelaksanaan sanggar selama ini, yakni jika ada fasilitator yang tidak bisa hadir karena sesuatu hal yang mendesak, guru mau terjun untuk membantu pelaksanaan sanggar.

Harapan bersama dari sekolah dan fasilitator sanggar adalah supaya sanggar yang berlokasi di pinggir jalan raya dan tepat berada di barat Gereja Kristen Jawa Sidomulyo ini boleh terus mengalami proses yang ramah dan sehat bagi tumbuh kembang kepribadian dan karakter anak-anak dalam mewujudkan cita-cita mereka.