Tunas Bangsa Christian School Adakan Live In dan Wisata Bersama Cantrik

16-19 September 2014, SMP Tunas Bangsa Christian School mengadakan Live In dan wisata bersama Cantrik di Dusun Sumberan, Pakem. Sekitar 26 Siswa dan 3 guru menikmati setiap acara dengan penuh sukacita. Lingkungan baru, budaya baru dan banyak hal baru yang mereka pelajari. Serangkaian kegiatan dari menari jathilan, membatik, ngluku garu (bajak sawah tradisional), menangkap lele, menanam di polibag, sampai pentas jathilan di malam perpisahan meninggalkan kesan bagi setiap peserta. Berbagai keseruan terjadi saat peserta diajak untuk ngluku garu di sawah yang penuh lumpur.  Beberapa peserta awalnya ragu untuk mecoba, namun setelah merasakan sensasi bajak sawah dengan sapi dan alat sederhana ini mereka sangat menikmati.

Peserta Live In mencoba melakukan bajak sawah tradisional (ngluku garu).

Keseruan juga kembali terjadi saat kegiatan menangkap lele dilaksanakan. Para peserta turun ke kolam dan beramai-ramai menangkap 50 lele yang disebar di kolam. Sebagian peserta berteriak-teriak histeris karena mengalami kesulitan menangkap lele.

Peserta Live In dari SMP Tunas Bangsa Christian School beramai-ramai menangkap lele di kolam.

Di malam perpisahan, peserta live in mementaskan tarian tradisional jathilan yang disaksikan oleh orang tua asuh dan seluruh warga desa. Dari hasil evaluasi yang diisi oleh peserta live in, menurut mereka kegiatan live in yang berlangsung selama 3 hari 2 malam bersama Cantrik sangat menyenangkan.

Peserta Live in pentas jathilan bersama warga

Petualangan bersama Cantrik berlanjut dengan kegiatan wisata di Candi Borobudur, Candi Prambanan, Malioboro, Alun-alun selatan, dan Kraton. Sepanjang perjalanan keceriaan tampak di wajah para peserta.

Berfoto bersama di Candi Borobudur